Ali John Meredith-Lacey, atau yang akrab dengan nama Novo Amor, adalah seorang musisi multi instrumen, penyanyi, pencipta lagu, dan produser yang lahir di Llanidloes, Wales pada 11 Agustus 1991. Sebutan Novo Amor (arti: cinta yang baru) dikenal karena musik bergenre folk yang ia ciptakan sejak ia memulai karirnya pada 2012 lalu. Novo Amor dikenal karena musik yang ia bawakan selalu dikemas dengan makna-makna yang tersimpan di dalamnya, yang mungkin akan membuka pengetahuan pendengarnya mengenai berbagai macam bentuk permasalahan yang kerap kali menjadi perbincangan hangat mengenai hubungan interaksi antara kehidupan manusia dan keadaan lingkungan di sekitarnya.
Lacey memulai karirnya menjadi pemusik sekaligus penyanyi pada saat ia lulus dari kuliah jurusan Teknologi Musik di The University of Glamorgan, Wales. Ia sempat bingung dengan masa depan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Lacey kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah ibunya dan memberli mikrofon, gitar, dan banjo untuk memulai karirnya sebagai musik. Pada 2012, Lacey meluncurkan debut lagunya yang berjudul Drift yang membuatnya semakin dikenal dengan sebutan Novo Amor. Hingga saat ini, ia sudah menciptakan tiga album dengan nama Bathing Beach (2017), Heiress (2017), dan Birthplace (2018).
Ketika sedang mengerjakan suatu tugas kuliah, secara tidak sengaja, salah satu lagu Novo Amor pada albumnya yang bernama Birthplace (2018) terputar di Youtube yang menemani saya ketika sedang mengerjakan tugas kuliah menarik perhatian saya. Lagu tersebut adalah lagunya yang berjudul Birthplace, dan menjadi lagu dari Novo Amor pertama yang saya sukai.
Pada lagu Birthplace, Lacey menyajikan sebuah musik video tentang keindahan bawah laut. Ombak-ombak biru yang bergulung dan saling bertabrakan, serta hamparan ekosistem terumbu karang yang asri di laut Bali, Indonesia ini menjadi daya tarik yang nyata dari video musik ini. Keindahan laut yang tak dapat disangkal ini ternyata menyimpan sisi gelap yang apabila jika dibiarkan dapat membahayakan kelestarian ekosistem yang ada, baik bagi kehidupan manusia, maupun kehidupan bawah laut.
Travelling di Dunia Bawah Laut versi "Birthplace"-nya Novo Amor
Berlatar tempat di Bali, Indonesia, video musik ini dibuka dengan lanskap yang indah dan memanjakan mata dari kehidupan bawah laut yang terdiri dari gerombolan ikan-ikan kecil yang saling berkejaran dalam buih-buih ombak, terumbu-terumbu karang yang menjadi rumah bagi bermacam-macam makhluk laut, air laut yang terlihat bersih dan biru, hingga pasir yang berwarna putih. Dalam video ini, terlibat salah seorang penyelam bebas (bernama Zen) yang menyaksikan eloknya kehidupan bawah laut sehingga membuatnya kagum.
Penyelam tersebut menjelajahi dunia bawah laut Bali, bertemu dengan penyu dan juga ikan pari. Ketika ia sedang menjelajahi laut tersebut, ia melihat sebuah sampah plastik transparan dari kejauhan dan mendekatinya. Dalam video ini, sampah plastik yang dapat mencemari ekosistem laut tersebut berasal dari kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan manusia, yang kemudian sampah tersebut memasuki ekosistem laut melalui perairan selokan, sungai, hingga sampah tersebut bermuara di laut.
Sampah-sampah yang memasuki dan merusak ekosistem laut tersebut membuat si penyelam terlarut dalam kesedihan hingga ia tenggelam ke dasar laut. Setelahnya, ia beranjak pergi dan melihat siluet sebuah ikan paus. Ketika siluet tersebut semakin mendekat, si penyelam menyadari bahwa itu bukanlah ikan paus, melainkan kumpulan sampah plastik yang diibaratkan sudah menyatu dengan ikan paus. Kumpulan sampah yang menyatu menjadi ikan paus tersebut kemudian memakan penyelam yang mengibaratkan sampah-sampah tersebut jika dibiarkan dapat merugikan kehidupan manusia.
Video musik ini sebenarnya mengingatkan kita akan bahayanya sampah plastik. Faktanya, banyak fauna laut yang mati karena memakan sampah plastik, terutama penyu dan ikan paus yang menganggap bahwa sampah plastik transparan tersebut terlihat seperti ubur-ubur.
Proses Pembuatan Video Musik
Berlatar tempat di Bali, Indonesia, pembuatan video musik tersebut melibatkan banyak anak-anak untuk membantu proses pembuatan video klipnya dengan cara mengumpulkan sampah-sampah plastik bekas seperti kantung plastik, botol, bungkus makanan, dan lainnya, yang digunakan untuk menunjang tema dari video klip tersebut, yang kemudian dapat ditukarkan dengan alat tulis. Sampah plastik tersebut digunakan untuk membuat sebuah properti berupa ikan paus yang menjadi ikon dari video musik ini.
Lirik Lagu Novo Amor - Birthplace
Be it at your best It's still our nest Unknown a better place
Narrow your breath From every guess I've drawn my birthplace
Oh, I don't need a friend I won't let it in again
Be at my best And I fall, obsessed in all its memory And dove out to our death To be undressed A love, in birth and reverie
I don't want a friend I won't let it in again I don't need a friend I won't let it in again
Here, at my best It's all at rest And I found a better place
Penutup
Sinematografis yang digunakan pada video Novo Amor "Birthplace" itu sangat memberikan kesan seolah kita sebagai penonton sedang melihat sudut pandang apa yang sedang dilihat si penyelam tersebut. Dengan membawakan pesan mengenai bahayanya sampah plastik yang menghantui makhluk hidup, para sutradara berhasil memberitahukan kepada penonton video musik tersebut mengenai teror yang tersembunyi, yaitu ketika se-ekor 'paus sampah' yang dibuat oleh 25 seniman Bali. Lacey berharap kepada penontonnya agar sadar akan bahayanya sampah plastik, maka dari itu Lacey mengajak kita semua untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan melalui "Birthplace". Kepedulian Novo Amor dapat dilihat dalam situs pribadinya.
Comments
Post a Comment